Forum

Total Post :

Posted 13 January 2018 13:52:51 pm


Project pembangunan Puskesmas Gebang Raya sejumlah Rp5, 1 Miliar mangkrak dengan kata lain terlantar. Project itu disangka ditangani PT KAR, perusahaan kontraktor asal Jakarta Timur diindikasikan tidak dapat merampungkan pekerjaan sesuai sama kontrak. “Tentu disayayangkan project ini tidak usai. Walau sebenarnya begitu diperlukan orang-orang, terlebih orang-orang di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Priuk, ” kata Koordinator LSM Instansi Pemantau Penyelengara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Yan Sandi pada wartawan, Minggu (24/12/2017).

Menurut Yan Sandi, mandegnya project ini tidak lepas dari lemahnya peranan pengawasan yang dikerjakan oleh dinas berkaitan dalam hal semacam ini Dinas Perkim Kota Tangerang dalam proses pekerjaan. Hingga PT Kurnia Agung Rejeki tidak dapat merampungkan pekerjaan yang termasuk juga pekerjaan enteng itu. “Perusahaan yang memenangi tender ini kan sesungguhnya bukanlah perusahaan ecek-ecek, mereka tentu miliki pengalaman, tapi kok dapat pekerjaan tidak usai, begitu tidak profesional sekali, serta hal semacam ini tidak lepas dari lemahnya pengawasan dari konsultan pengawas nya, serta pastinya dinas berkaitan, ” tuturnya.

Lebih jauh Yan Sandi menyebutkan berdasar pada info data yang didapat, di ketahui project pembangunan Puskesmas Gebang Raya ini dijadwalkan usai dalam 180 hari kalender. “Kontrak nya project ini di tandatangani pada bln. April 2017, mesti diakhir September 2017 telah usai, ini hingga akhir Desember masih tetap mangkrak, ” katanya.

Berkaitan hal semacam ini lebih Yan Sandi, pihaknya telah memohon klarifikasi dari dinas berkaitan serta di ketahui bila pekerjaan baru rampung 50. 7 %, serta pihak perusahaan telah lakukan penagihan pembayaran sesuai sama yang ditangani.
“Uang pastinya di keluarkan, karna project ini dibayar sesuai sama termin serta pastinya uang muka dimuka project telah tertagih, bila telah begini terang ada unsur kerugian negara didalamnya, ” tuturnya sekali lagi.

Terkecuali mangkrak, dalam project ini lebih Yan Sandi, pihaknya lihat ada pekerjaan yang disangka menyalahi spesifikasi.
“Gedung ini dibuat dengan 19 tiang lantai, tetapi kita saksikan dilapangan besi nya tidak cocok spesifikasi, dari besaran 16 mm ditukar 13 mm, ini begitu membahayakan, serta dari pertama ada tanda-tanda kontraktornya telah nakal, tapi kok mengapa hal semacam ini dilewatkan, ” tuturnya.

Berkaitan temuan ini lebih Yan Sandi, pihaknya juga akan lakukan langkah harga tablet advan hukum untuk memberikan laporan sangkaan penyimpangan ini ke Kejaksaan serta Kepolisian. “Kami tengah menyatukan bukti-bukti penambahan, bila bukti awal telah ada, ” tuturnya.

Disamping itu Kepala Dinas Perkim Kota Tangerang, Dafyar Eliyadi menyebutkan PT Kurnia Agung Rejeki memanglah tidak merampungkan pekerjaan project Puskesmas Gebang Raya, serta pihaknya telah memblacklist perusahaan asal Jakarta Timur itu. “Kita juga akan memasukan perusahaan dalam daftar hitam, serta telah diblacklist, kontrak telah kita putus mulai sejak awal Desember lantas, karna mereka menyebutkan tidak mampu, ” tuturnya.

Di ketahui berdasar pada data yang berada di LPSE di ketahui PT Kurnia Agung Rejeki beralamat di Jl. Pahlawan Revolusi No. 24 A, Rt. 006/007, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. PT yang dibangun dari th. 1998 ini tampak sempat juga memenangi paket pekerjaan di sebagian lembaga pemerintah yang lain, mulai sejak th. 2004 s/d 2010.


Showing : 1 Records